Desain produk itu apa sih, vi?

(INA)

There are so many people asked, from friends, aunt, uncle, siblings, until the person I’ve just met, about what product design is.

brainstorm
Brainstorming

Many people had wrong thought about what kind of things that product designer have learned in school.

Type of wrong mind set:

  1. Desainer produk itu yang bikin kemasan makanan kan ya? Emm, maybe if necessary. Coba deh cek mbah google, search desain produk, keluarnya packaging, sedih daku 😦
  2. Desainer prdouk yang bikin barang harus ergonomi ya? Yes, it is part of it.. (then no more question) Wait, we do the others…
  3. Desainer produk itu yang bikin mebel ya? Yes, we do, but I’m sure not only that.
  4. Desainer produk itu yang gambar-gambar grafis ya? Some of us can do that.
  5. Desain produk kerjaannya gambar tiap hari ya? Of course no.
  6. The fatal one is: Desainer produk yang bikin poster ya? Definitely no, but we do that in presentation. 

Actually we can do that, but we are not the expert one. So I told them what I’ve learned until now.

Anggapan desain produk industri adalah hanya berkaitan dengan aspek estetika sebuah produk adalah tidak tepat.

Oke jadi begini ceritanya, di Indonesia program studi desain produk itu cukup sedikit walaupun tergolong sudah cukup tua kalau di kampus saya. Awal mulanya desain produk di Indonesia pertama kali dibuka di ITB pada tahun 1972 (sumber: pamflet FSRD ITB). Jika dari hasil data pencarian saya tahun 2015 saat menjabat mantan kadiv humas suatu acara, saya pernah menghitung ada sekitar 17 universitas yang membuka program studi desain produk. Bahkan sekarang sudah lebih sepertinya.

Apa yang dipelajari di desain produk Institut Teknologi Bandung (ITB) sangat luas, tidak terspesifikasi,  tetapi ada 4 kelompok bidang pendekatan yang dilakukan. FYI. banyak mahasiswa desain produk sendiri mungkin tidak tahu karena tidak dikhususkan secara langsung, diantaranya teknologi produk, pola konsumsi dan produksi, lingkungan binaan, dan studi kebudayaan (yang ini sumbernya juga dari pamflet FSRD ITB). Hal ini mungkin yang membuat orang awam bingung, bahkan saya juga bingung ketika harus menjelaskan mengenai apa yang saya pelajari, karena terlalu luas. Sedangkan di beberapa universitas lain menerapkan sistem pembagian spesialisasi secara langsung. Lalu apa desain produk itu?

Desain = merancang;

Produk = Objek atau barang yang memiliki nilai guna dan pakai.

Intinya adalah desain produk mempelajari cara merancang suatu produk (objek) yang akan digunakan oleh penggunanya.

Kalau kata pamflet FSRD ITB:

Program Studi Desain Produk (industrial design) adalah program keilmuan dan atau keahlian dalam perencanaan dan perancangan benda fungsional yang bertolak dari studi kenyamanan manusia-pengguna dan penerapan serta perkembangan prinsip-prinsip industri yang melingkupinya.

Menurutku, desain produk tidak terus menerus bekerja menghasilkan produk, namun dapat juga membuat sesuatu yang intangible (sesuatu yang tidak terlihat, bukan sihir loh), seperti aktivitas baru, budaya baru, atau budaya lama yang diangkat kembali, menciptakan suasana, membuat interaksi bahkan sampai membuat konsep interface aplikasi (kalau bingung bisa ditanyakan). Desain Produk mempelajari mulai dari cara berfikir, metodologi, konsep, melakukan riset, cara membuat model/mock up/prototipe, hingga melakukan pengujian terhadap pengguna/user.

 

The Process

Sekarang, masih banyak orang yang bingung bedanya desain produk dengan keilmuan lain karena desain produk terlihat sangat luas. Di bisnis bikin produk, di teknik bikin produk, bahkan pengangguran juga bisa bikin produk hehe… Semua orang bisa bikin produk. Lalu kalau belajar di desain produk bedanya apa? Nah, pendekatan desain produk yang membedakan dengan program studi/jurusan lainnya akan diposting beberapa hari lagi. Misalkan bedanya DP dengan Bisnis, Teknik Industri, DKV, kriya, dll. Ditunggu yaa 😀

Biasanya orang tahu yang namanya ergonomi. Tetapi di dalam desain produk lebih dari sekedar mempelajari itu. Misalkan, mengapa mobil bentuknya ada yang kotak dan ada yang streamline. Itu bukan berawal dari estetis, namun alasannya ada di fungsinya. Mobil pick up dibuat simetris kotak alasannya ada pada kecepatan, karena ingin mengurangi kecepatan dari pembawa angkutan agar tidak terjadi kecelakaan, sedangkan mobil sedan dibuat streamline karena yang dibawa hanya penumpang saja. Kemudian setelah fungsi, estetik mengikuti (form follow function). Tapi bisa juga sebaliknya. Dalam perancangan produk, ilmu yang perlu diketahui dan dikuasai mahasiswa selain ergonomi adalah semantika produk, sejarahnya, teknik presentasi, metodologi, dan sebagainya. Yang paling penting adalah bagaimana kita berkolaborasi dengan keilmuan lainnya, karena dengan berkolaborasi, produk yang dibuat akan menjadi lebih baik. Menarik bukan?

Nah, kalau liat cover page aku di atas Discover, Define, Develop, Deliver adalah salah satu metode riset dan pembuatan produk oleh sebuat konsultan desan besar bernama IDEO. Banyak sekali metode-metode yang dapat dilewati untuk merancang produk, namun intinya sama, melakukan brainstorm permasalahan latar belakang (discover), mengetahui apa yang dirancang dan apa syaratnya dan pertimbangan lainnya bisa dengan survei atau studi pustaka (define), Mengembangkan baik dengan sketsa manual, 3d, modeling, prototyping uji coba (develop), dan evaluasi atau kalau udah bagus memberikannya kepada masyarakat alias dijual sebagai uji coba (deliver).

Jika ditanya, apakah yang dapat desainer produk lakukan? Menurutku sangat banyak. Seorang desainer dapat menjadi periset, ahli alias dosen, pebisnis, designer maker, bekerja sebagai konsultan, dan sebagainya. Kalau ditanya lagi, aku mau jadi apa? Tentunya menjadi desainer produk yang membuat produk ga asal-asalan, tapi yang had a lot impacts. Amin.

Semoga info ini membantu, terutama untuk adik-adik SMA yang galau mau masuk jurusan DP atau ngga. Nantikan postingan selanjutnya mengenai Desain Produk ya. Pertanyaan, kritik dan saran sangat dibuka, silahkan diisi di kolom comment 😀

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.