Desain Produk dan Temannya

(INA)

Ada beberapa keilmuan yang beririsan dengan desain produk. Beberapa keilmuan terlihat sama namun berbeda. Pendekatan desain produk yang membedakan dengan program studi/jurusan lainnya adalah:

1. Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual (DKV) :

Keduanya sama-sama berhubungan langsung dengan mata/visual. Desain produk membuat sebuah casing dimana dipelajari juga di DKV. DKV berfokus pada bagaimana cara mempersuasi dan juga menyampaikan informasi kepada pengguna, sedangkan desain produk membuat tampak estetika dengan beberapa pendekatan (form follows function, function follows form, dan forms follows fun) yang sebagian besar bentuknya merupakan hasil adaptasi dari fungsi tertentu. Media yang digunakan juga berbeda. Desain produk berfokus pada objek 3D yang dapat digunakan oleh penggunanya dan dapat berinteraksi dengan penggunanya, namun dalam beberapa hal desainer produk juga mempertimbangkan sistem dan konsep output lainnya seperti hubungan ke aplikasi atau semacamnya. Sedangkan DKV dapat mengimplementasi hasil karyanya dalam objek 2D atau 3D, baik manual ataupun digital.

2. Desain Produk dan Kriya:

Ada kalanya sulit membedakan perbedaan output desain produk dengan kriya. Contohnya, cobekkan, gelas, mangkuk, dan objek yang telah ada sebelumnya. Sebenarnya desain produk ITB seringkali bermain ke arah kriya alias lupa akan habitatnya. Objek yang dibuat di kriya pada dasarnya lebih menonjolkan image sedangkan di desain produk lebih ke fungsi dan cara pemakaian yang berbeda dan juga lebih nyaman. Misalkan:

salt_pepper_contemporary_designsalt_shaker

figure 2. Salt and Pepper by Norway Says (left); The Spicy of Hug Yin and Yang by Alberto Mantilla (right)

Gambar pertama menampilkan estetika dari wadah lada dan garam, sedangkan gambar kedua menggamparkan bahwa lada dan garam tak terpisahkan dan untuk menghemat tempat maka dibuatlah bentuk sedemikian rupa.

3. Desain Produk dan Desain Interior:

Hal yang paling sering ditayakan oleh mahasiswa desain adalah perbedaan karya furnitur desain produk dan desain interior. Banyak pameran furnitur yang diselenggarakan di Indonesia setiap tahunnya. Indonesia kuat akan UKMnya sehingga salah satu daya tarik investor adalah karya funitur anak bangsa. Coba kita kunjungi mal atau kota besar di Indonesia. Kita bisa melihat ada banyak sekali toko yang memajang furnitur pada etalasenya.

Biasanya seorang produk desainer bermain fungsi, material, dan experience pada karya furnitur. Sedangkan desainer interior mengarah pada ruangan, bagaimana karya tersebut berhubungan dengan ruang yang ada.

5. Desain Produk dan Bisnis:

Serupa tapi tak sama. Bisnis bisa mencakup desain produk, tapi desain produk juga bisa mencakup bisnis. Business atau yang kerennya entrepreneur dengan basis berjualan produk, biasa lebih ke konsep awal, dia perancang sistem managementnya, sedangkan desain produk lebih ke perancang produknya. Bagaikan bikin kue, entrepreneur yang membeli bahan, sedangkan desain produk yang membuat kue dan menghiasnya.

Dalam satu kasus misalnya, pebisnis akan fokus menghitung laba rugi dan exit plan. Sedangkan desain produk lebih mengarah produksi dan membuat produk dengan pasar yang sesuai. Keduanya memiliki irisan yang besar. Pebisnis di awal akan mengandalkan desainer produk, tetapi setelah itu desainer produk akan mengandalkan pebisnis.

5. Desain Produk dan Teknik Industri:

Ada beberapa universitas yang menempatkan desain produk dibawah Fakultas Teknik Industri (FTI). Desainer produk itu berarti mengarah pada produk-produk massal dan produk yang sifatnya teknis. Teknik Industri banyak fokus ke bagaimana agar dapat membuat produk dengan biaya seefisien mungkin dalam proses manufaktur dan industri.

6. Desain Produk dan Teknik lainnya:

Umumnya desain produk pendekatannya lebih ke objek dan manusia oleh karena itu sebagian besar desainer produk lebih baik tidak berpikir mulai dari teknisnya, namun dari bentuk dan fungsinya. Teknis akan mengikuti selanjutnya. Bila dari jurusan teknik kebalikkannya, mereka mencari teknologinya terlebih dahulu.


What is the difference?

the keys are

HUMAN – FUNCTIONAL – AESTHETIC 


 

Industrial & Product Design
Lalu ada juga istilah industrial design. Apa bedanya dengan product design? Sesungguhnya mereka adalah sama, yang membedakan hanya persepsi saja dimana industrial design itu lebih banyak bermain di area manufaktur, sedangkan product design lebih bermain di sistem, servis, dan juga pengalaman. Namun sebenarnya semua itu  harus sejalan tidak bisa dipisahkan.  Untuk gelar sarjana atau master biasa desainer produk dibedakan menjadi dua, Arts dan Science tergantung univesitasnya.

 


Kesimpulannya adalah walaupun terlihat sama bukan berarti semua bisa dilakukan desainer produk, namun suatu keilmuan akan menjadi baik apabila dapat berkolaborasi dengan keilmuan lainnya.


One thought on “Desain Produk dan Temannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.